Archive for September 2007
Rumah Di Lahan Kecil ( dan.. dari kayu bekas)

Ruang.
Pemanfaatan Ruang, Design & Material yang Minimalis, adalah tema yang kita pilih kali ini.
Berangkat dari kebutuhan akan ruang dan anggaran yang terbatas, perancangan fokus kearah Design yang minimalis dan pengelolaan ruang yang optimal. Read the rest of this entry »
Lantai Kayu Bekas
Lantai Kayu Kempas sisa ekspor.
Bahan lantai kayu( Flooring) Kempas ini kami peroleh secara tidak sengaja. Atas saran pemilik rumah saya coba jalan- jalan ke Klender. Infonya di Klender banyak dijual aneka jenis kayu lokal dan seberang. Yang dicari sebenarnya bahan plin dan lis plafon yang sudah jadi. Sedang bahan flooringnya sendiri sudah diperoleh. Juga dari seorang teman pemilik usaha jual- beli meubelair Kayu Jati lama. Hanya sebenarnya bukan Flooring, tapi bahan pelapis dindingnya.![]()
Jadi sebagian lantai memang ada yang kami pasang dengan bahan dinding/ pelapis dinding jati bekas.
Agak kecewa juga, karena ternyata di Klender ini hanya kumpulan pedagang Material kayu bangunan biasa. Seperti juga ditempat- tempat lain.
Hanya secara kebetulan saya menemukan disalah- satu penjual ini tumpukan flooring dengan ukuran yang berbeda. Sebagian yang kualitas ekspor, sebagian lagi dalam keadaan seperti terbengkalai. Ternyata yang terakhir ini yang ditawarkan dengan harga Rp. 800,000,-/m3. Tapi harus ambil seluruhnya sebanyak hampir 4m3.
Lumayan murah..
Bahan flooring dengan ukuran tidak sama, panjang 70-110cm, lebar dan tebal untungnya sama, 10,5cm dana 1,8cm. Digunakan juga sebagai Plin, Lis plafon, rak buku, Roster angin, gordeng pergola, balok anak dan kolom2 panjang. Setelah direkatkan satu- sama lain tentunya.
kayu Dolken Di gaya Minimalis?
kolam kecil di ruang tamu
kolam dirumah- tinggal bisa mengimbangi rasa gerah. Terutama di daerah yang memang panas.
Kolam dengan ukuran kecil, hanya sedikit mengambil ruang. Dan.. sisi dindingnya yang dibuat air terjun berfungsi juga sebagai penyejuk ruangan.![]()
Kolam dalam rumah. Bersebelahan dengan ruang depan/tamu, pantry, makan dan keluarga.
Pada gang menuju ke tangga, tertutup papan adalah ruang filterisasi kolam.
Tampak dari arah Ruang Keluarga
Kolam samping Ruang Keluarga
Rumah Kecil di BSD
Bagi sebagian dari kita- kita yang memang berlebih dengan rizki, barangkali membangun rumah tidak menjadi masalah.Tapi bagi sebagian lagi tentunya tidak mudah dengan pilihan yang ada. Seringkalinya kita harus berkompromi dengan ukuran yang minim.![]()
Barangkali beberapa tip & trik ini dapat membantu.
Pertama tentu saja harus disiasati dengan total luasan ruang yang dibawah ideal. Artinya tidak banyak macam ruangnya. Kalau memungkinkan buat 2 lantai. Dengan pembagian: dasar untuk area umum, seperti dapur, makan, duduk atau keluarga.
Ruang depan cukup dengan teras saja. Dan atas untuk tidur. Lantai atas dibuat dari papan. Dengan balok anak 4/15 berjarak 30cm dan papan lantai 3/10-3/25. Ketinggian lantai usahakan tidak terlalu tinggi. Cukup dengan 270cm dari lantai dasar ke lantai atas. Dengan ini bisa diperoleh tangga yang nyaman. Karena dengan 18/30, hanya ada 15 anak tangga.
Ruang tidur cukup dengan 3m x 3,6m. Dengan 0,6mnya yang untuk pakaian. Posisi pintu tidak dipinggir ruang, tapi bergeser ke 60cm. Dimana 60cm ini peruntukan untuk lemari pakaian atau meja atau lainnya. Sehingga bisa didapat lemari dan meja sepanjang dinding 300cm. Ruang mandi cukup dengan 1,8 x 1,8m saja. Tanpa bak. Disamping menghemat ruang, juga lebih sehat. Karena tidak ada air tergenang.
Rumah Kayu Bekas Sebagai Rumah Pertama

Bisa juga menjadi pilihan menarik, rumah kayu bekas. Bahan rasamala. Atau kayu lokal lainnya. Seperti Mahoni, Kihiang, Suren.
Yang dituju dengan kayu bekas ini adalah, pertama pemanfaatan kayu yang sudah terlanjur ada. Sedikit ambil bagian dengan isu lingkungan. Kedua adalah bahan yang sudah kering, tidak lagi berisiko memuai/susut secara berlebihan. Ketiganya, kalau cermat dalam pilihan, bisa diperoleh dengan lebih murah.
Hambatannya adalah perlu waktu lama dalam memperolehnya. Read the rest of this entry »





